Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono meninjau proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung.

Palakat.Com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono menginstruksikan agar kontraktor pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 39 km menambah peralatan dan tenaga kerja, serta memaksimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah bebas karena progres pembebasan lahan secara keseluruhan sudah mencapai 75,86 persen. Ini sesuai SP.BIRKOM/XI/2017/559, 15 November 2017.

Menurutnya, konstruksi ruas tol ini juga dapat selesai lebih cepat. Mengingat, kondisi tanahnya tidak membutuhkan penanganan khusus seperti pada beberapa ruas tol di Trans Sumatera dan Trans Jawa.

Tol Manado-Bitung merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan konektivitas sehingga akan menurunkan biaya logistik. Tol ini ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2019.

Kehadiran Tol Manado-Bitung yang menghubungkan Kota Manado ke Pelabuhan Internasional Bitung sudah sangat ditunggu masyarakat karena lalu lintas di jalan arteri nasional kerap terjadi kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas. Kemacetan mengakibatkan waktu tempuh meningkat tajam, terutama pada jam sibuk. Bila beberapa tahun sebelumnya, waktu tempuh Manado Bitung dan sebaliknya sekitar 45 menit, namun saat ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam.

“Kehadiran Tol Manado-Bitung meningkatkan kelancaran akses Pelabuhan Internasional Bitung sebagai salah satu pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur. Hal ini akan mempersingkat lalu lintas barang dan jasa yang sebelumnya harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Ini juga akan mendukung perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung,” kata Menteri Basoeki saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).

Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema KerjasamaPpemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dimana dari 39 km, Seksi pertama sepanjang 14 km Manado-Sukur-Airmadidi dikerjakan melalui APBN dan pinjaman Pemerintah China dan Seksi kedua sepanjang 25 km Airmadidi-Bitung yang hak konsesinya dimiliki oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT. Jasa Marga Manado Bitung, dengan biaya investasi mencapai Rp5,12 triliun.

Pembangunan Seksi I dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama Maumbi-Suwaan sepanjang 7 km, konstruksinya dimulai sejak bulan Oktober 2016 oleh Sino Road and Bridge Group dengan nilai kontak Rp1,24 triliun. Progres konstruksi hingga pertengahan November ini sebesar 13,47 persen atau tertinggal dari target semula 24,83 persen.

“Manajemennya harus diperbaiki dan kontraktor juga harus menambah peralatan dan tenaga kerja serta mengoptimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah bebas,”tegas Menteri Basuki.
Sementara untuk pendanaan Segmen kedua Sukur-Tumaluntung sepanjang 7 km, konstruksinya dibagi menjadi lima bagian oleh lima kontraktor berbeda yakni, PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama, PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, Hutama-Waskita KSO dan Nindya-BK, KSO dengan progres konstruksi sebesar 35,01 persen.

Untuk konstruksi Seksi kedua dikerjakan PT. JMB yang sahamnya dipegang oleh PT. Jasamarga, PT. Wijaya Karya dan PT. Pembangunan Perumahan terbagi menjadi dua segmen. Segmen II A sepanjang 11,5 km ruas Airmadidi-Danowudu saat ini progres fisiknya sebesar 29,02 persen dan seksi II B ruas Danowudu-Bitung (13,5 km) saat ini progresnya baru 0,7 persen.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Riel Mantik mengatakan, Kementerian PUPR bersama pihak terkait lainnya berupaya keras untuk bisa menyelesaikan Tol Manado-Bitung ini sesuai rencana.

“Tol ini merupakan dambaan masyarakat Nyiur Melambai segera diselesaikan. Memang ada kendala dalam penyelesaian pembebasan tanah. Kami berharap pemilik tanah bersedia melepas tanahnya untuk pembangunan bagi kepentingan umum. Tentunya dengan ganti rugi yang wajar berdasarkan penilaian tim penilai independen,” jelasnya.

Pembebasan lahan masih terus diupayakan dengan melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan yang akan dibebaskan.Turut hadir Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soejono dan Direktur Utama PT.Jasa Marga Desi Aryani dalam kunjungan tersebut. Menteri Basoeki didampingi Dirjen Bina Marga Arie Seriadi Moerwanto, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Hery TZ, Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional XV Manado Riel Mantik, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Djidon R Watania, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja.* (jane)

KOMENTAR ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here