Kota Manado dinobatkan sebagai Kota Paling Toleran 2017

Palakat.Com – Kota Manado dinobatkan sebagai Kota Paling Toleran Tahun 2017 oleh Setara Institute. Penobatan ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Toleransi Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 November 2017.

Dari 94 kota di Indonesia, Setara Institut memilih 10 kota peringkat teratas sebagai Kota Paling Toleran. Dan Manado mengungguli 9 kota lainnya dengan skor 5,90. Disusul kemudian oleh Pematang Siantar, Salatiga, Singkawang, Tual, Binjai, Kotamobagu, Palu, Tebing Tinggi, dan Surakarta. Sementara DKI Jakarta dinobatkan sebagai kota yang paling tidak toleran sepanjang tahun 2017 dengan skor 2,3.

Penilaian dilakukan dari rentang waktu November 2016 hingga Oktober 2017 dengan menggunakan Skala Likert dengan rentang nilai 1-7. Ada enam indikator yang dipakai, yakni RPJMD kota, peraturan daerah diskriminatif, pernyataan pemerintah, respon pemerintah, pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan, dan komposisi penduduk berdasarkan agama.

Keenam indikator tersebut diperoleh dari data sekunder berupa dokumen resmi dari pemerintah kota, Badan Pusat Statistik, Komnas Perempuan, Setara Institute, dan referensi media terpilih.

Menanggapi hasil survei Setara Institute tersebut, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, pola hidup masyarakat Sulawesi Utara dengan tingkat toleransi yang tinggi sudah tercermin sejak dahulu. Terutama ketika masuknya para tokoh agama yang datang menyebarkan ajaran dan keyakinannya di Sulawesi Utara.

Dikatakannya, masyarakat Sulut terbiasa hidup dalam semangat kebersamaan, meskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Bahkan pemerintah daerah memberi ruang seluas-luasnya bagi sejumlah perayaan keagamaan dengan menggunakan berbagai fasilitas publik.

“Pemerintah tidak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyarakat, marilah kita sama-sama gotong royong sebagai budaya Minahasa dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan kehidupan bermasyarakat,” papar Olly.

Diketahui, di Sulawesi Utara selain memiliki Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA), juga ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menjadi wadah koordinsi lintas agama di Bumi Nyiur Melambai. Tak heran jika masyarakatnya menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.* (fen)

KOMENTAR ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here